Pelantikan PKC PMII Jawa Timur 2026–2028
Konsolidasi Gerakan, Fokus Krisis Iklim dan Modernisasi Kaderisasi, Delegasi Banyuwangi Turut Menguatkan Kepengurusan


Pelantikan kepengurusan PKC PMII Jawa Timur masa khidmat 2026–2028 menjadi momentum penting bagi arah gerak Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di tingkat regional. Kegiatan yang digelar di Asrama Haji Sukolilo ini menandai dimulainya babak baru konsolidasi organisasi yang berorientasi pada isu krisis iklim dan modernisasi kaderisasi.
Dalam suasana khidmat, pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang memberikan pesan strategis kepada seluruh kader agar mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial. Mahasiswa, menurutnya, harus hadir sebagai penjaga nilai kebangsaan sekaligus pengawal kebijakan publik yang berpihak kepada masyarakat.
Ketua Umum terpilih, Mohammad Ivan Akiedozawa, dalam pidato perdananya menegaskan bahwa PMII Jawa Timur akan diarahkan menjadi ruang produksi gagasan yang responsif terhadap perkembangan zaman. Isu krisis iklim disebut sebagai tantangan nyata yang membutuhkan keterlibatan kader secara aktif, baik melalui advokasi kebijakan lingkungan maupun gerakan edukasi publik. Selain itu, modernisasi kaderisasi menjadi prioritas, dengan penguatan sistem digital, peningkatan kualitas intelektual, serta pembentukan karakter kader yang adaptif dan progresif.
Menariknya, dalam struktur kepengurusan periode ini, terdapat delegasi kader dari PMII Banyuwangi yang turut mengemban amanah di tingkat provinsi. Mereka adalah M. Haddadalwi Nasyafiallah, Much. Hasyim, Abd. Aziz, serta Khoirudotun Nisa. Keterlibatan empat nama tersebut menjadi representasi kontribusi kader daerah dalam memperkuat gerak organisasi di level Jawa Timur.
Dengan komposisi kepengurusan yang lebih inklusif dan berorientasi isu strategis, PKC PMII Jawa Timur 2026–2028 diharapkan mampu menghadirkan gerakan yang tidak hanya responsif terhadap dinamika sosial, tetapi juga mampu melahirkan kader-kader visioner yang siap menjawab tantangan global. Momentum pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik tolak konsolidasi gerakan menuju organisasi yang benar-benar berkarya dan berdaya.



